MENILIK KEUNIKAN FENOMENA LAGUNA MUARA SUNGAI OPAK KABUPATEN BANTUL

Muhammad Guruh Bintang Wicaksana_Pendidikan Geografi_Universitas Negeri Semarang

        Muara Sungai Opak merupakan salah satu bentuklahan Marine yang dapat ditemukan di Yogyakarta. Bentuklahan Marine adalah Bentuk lahan marine atau laut adalah bentuk lahan yang berhubungan marine atau laut. Bentuk lahan ini merupakan bentuk lahan yang terbentuk oleh kerja air laut (gelombang dan arus) baik proses yang bersifat konstruktif atau pegendapan maupun destruktif atau abrasi dan terdapat pada wilayah kepesisiran. Bentuklanan Marine di Yogyakarta adalah Spit (Bura) dan Laguna. Muara sungai adalah pertemuan antara sungai dan laut, di mana antara aliran air sungai yang datang dari hulu bertemu dengan proses-proses berasal dari laut (pasang surut, gelombang, dan arus) yang berlangsung di pantai. Muara sungai berperan sebagai pintu keluar (outlet) bagi aliran sungai yang berasal dari darat dan bagian hulu, sekaligus pada waktu tertentu berperan sebagai pintu masuk (inlet) bagi air laut ketika terjadi pasang naik. Selain itu, keberadaan rawa maupun laguna di pesisir sangat membantu sebagai tempat penampungan air dalam sistem sirkulasi air di kawasan pesisir.
            Muara sungai disebut juga sebagai bagian dari sungai yang terletak dibagian hilir dengan kemiringan datar hingga landai, kerapatan drainase yang kecil, adanya meander dan terdapatnya wilayah banjir pada beberapa tempat (Sunarto dkk., 2014). Muara sungai merupakan wilayah paling akhir dari aliran sungai yang berhubungan langsung dengan pantai (Purwono dkk., 2020). Muara sungai memiliki permasalahan yang terdapat pada bagian yang bertemu langsung dengan laut di bagian hilir (mulut sungai) dan juga pada bagian sungai yang dipengaruhi pasang surut (estuari). Fungsi dari muara sungai yaitu menjadi penghubung jalan keluarnya debit sungai menuju ke laut terutama ketika terjadi banjir (Purwono dkk., 2020).

            Muara Sungai Opak adalah sebuah muara sungai yang berlokasi di Kecamatan Kretek dan Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perubahan muara Sungai Opak sangat dipengaruhi oleh faktor marine dan fluvial. Faktor yang dominan adalah faktor-faktor seperti angin, gelombang air laut, pasang surut air laut, dan musim. Penyebab utama terjadinya penutupann dan pembelokan muara Sungai Opak adalah gelombang air laut dan angin. Muara Sungai Opak menjadi unik karena perubahan muara sungai yang begitu cepat dan dinamis and pembelokan muara Sungai Opak. Pada Laguna Muara Sungai Opak terjadi perubahan morfologi dari waktu ke waktu. Morfologi adalah struktur luar dari batu-batuan dalam hubungan dengan perkembangan ciri topografis. Morfologi berhubungan dengan bentuk, tampilan, dan ukuran. Morfologi sedimen yang menjadi kajian analisis ini menitikberatkan pada Spit dan Laguna. Sedimen merupakan endapan bahan-bahan organik yang tersuspensi ke dalam air dan diangkat oleh air sehingga terjadi pengendapan pada suatu tempat, dimana aoir tidak lagi sanggup membawa partikel tersuspensi.

            Spit adalah salah satu keadaan geografis yang dihasilkan dari proses sedimentasi. Spit adalah tumpukan material pasir hasil pengendapan yang terdapat dimuka teluk atau daerah pantai lainnya berebntuk memanjang dengan salah satu sisi menyambung ke daratan dan sisi lainnya berada ke arah laut. Laguna merupakan badan air dangkal di pesisir yang terpisah dari perairan dikarenakan terhalang oleh endapan sedimen dengan posisi paralel dengan garis pantai. Sedimentasi adalah masuknya muatan sedimen ke dalam suatu lingkungan perairan tertentu melalui media air dan diendapkan di dalam lingkungan tersebut (Widayanti, 2013). Spit yang berada di muara Sungai Opak terbentuk akibat proses alam dan aktivitas manusia yang berlangsung lama. Material Spit berasal dari Gunung Merapi yang bewarna hitam.

            Bentuklahan marine Spit Muara Sungai Opak terbentuk dari endapan material pasir yang berasal dari Gunung Merapi yang terbawa air ke Sungai Opak yang kemudian material pasir tersebut mengendap di pesisir pantai dengan posisi memanjang. Laguna Muara Sungai Opak  terbentuk dari adanya pengendapan material pasir dari Gunung Merapi yang terbawa oleh Sungai Opak yang kemudian pasir tersebut menutupi sebagian outlet keluar air Sungai Opak yang mana Laguna Sungai Opak dangkal dan landai yang dipisahkan oleh Spit. Laguna Muara Sungai Opak cenderung lebih muda dan lebih dinamis daripada laguna atol, Laguna Muara Sungai Opak yang tergolong Laguna pesisir memiliki rentang hidup yang lebih pendek karena lokasinya yang terekspos di pantai (NOAA, 2018).

            Fenomena Laguna Muara Sungai Opak merupakan anomali yang berada di Yogyakarta. Peristiwa pembelokan Sungai Opak terbilang unik. Seharusnya, Sungai Opak bermuara ke pantai memiliki persimpangan tegak lurus dengan bibir pantai dan sedimentasi hanya akan menghasilkan delta-delta. Arus Sungai Opak yang cenderung lebih lemah dari arus laut sehingga arus Sungai Opak membelok ke Barat. Pembelokan muara Singai Opak juga disebabkan oleh faktor angin. Arah angin yang dominan bertiup dari arah Tenggara dan menyudut menghantam muara Sungai Opak. Angin akan mendorong gelombang laut atau swash menjadi lebih kuat.

            Gelombang laut yang menyudut dengan pantai dan muara Sungai Opak yang membujut dari arah Tenggara ke arah Barat menimbulkan Longshore Drift atau gerakan zig-zag sedimen di sepanjang pantai. Gerakan zig-zag yang terjadi dari tenggara dan barat laut, arah barat laut menghasilakn sedimen yang memanjang dari timur ke barat. Namun, gerakan zig-zag dari tenggara menghasilkan sedimen lebih banyak dikarenakan gerakan zig-zag dari tenggara lebih lama yang terjadi dari bulan April sampai November. Dukungan suplai sedimen yang secara berkelanjutan dari Sungai Opak menjadikan sedimen yang dihasilkan lebih banyak.

            Arus Sungai Opak yang membawa sedimen dari daratan terhalang oleh sedimen dan berbelok ke barat. Pmebelokan tersebut membuat posisi muara Sungai Opak miring dengan bibir pantai. Sedimen yang berasal dari pantai yang dihasilakn dari Longshore Drift  kemudia terakumulasi dengan endapan Sungai Opak. Komposisi sedimen dari Sungai Opak terdiri atas pasir dan kerikil dengan ukuran tidak seragam warna terang. Sedimen yang berada di tepi pantai dengan pasir gelap bertekstur halus berukuran sama yang menyebabakan pembelokan ke arah Barat karena sedimen bertekstur halus. Sehingga membentuk muara Sungai Opak yang sekarang ini dapat kita lihat di Kabupaten Bantul.

            Dibalik fenomena pembelokan muara Sungai Opak terdapat keuntungan yang didapatkan masyarakat antara lain masyarakat dapat memanfaatkan muara sungai untuk membuat tambak-tambak ikan atau untuk menangkap ikan karena permukaan air dangkal. Permukaan air yang dangkal masayrakat dapat menyebrangi sungai dengan aman tanpa harus melewati jembatan. Secara ekonomi, dapat meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan masyarakat setempat. Namun dibalik keuntungan yang didapatkan, terdapat kerugian bagi masyarakat setempat antara lain terendamnya lahan pertanian masyarakat yang mengakibatkan terjadinya gagal panen.

            Jika jalan air Sungai Opak tertutup material sedimen, masyarakat harus bergotong royong untuk membuka jalur air atau sudetan. Sudetan berguna sebagai jalan air sungai agar mengalir ke laut jika tidak terdapat sudetan maka air Sungai Opak akan meluap dan merendam kawasan pertanian padi, bawang, dan cabai milik masyarakat. Masyarakat dalam mengantisipasi peristiwa tersebut dapat membuat tanggul perlindungan banjir dan mengatur jarak aman sudetan dengan garis tengah sungai.

 


Gambar 1. Citra Muara Sungai Opak Tahun 2021
Sumber: Google Earth Pro

Gambar 2. Citra Muara Sungai Opak Tahun 2023
Sumber: Google Earth Pro


Gambar 3. Laguna Muara Sungai Opak 2023


Gambar 4. Laguna Muara Sungai Opak 2023




 DAFTAR PUSTAKA

 


https://elearning.undana.ac.id/mod/resource/view.php?id=521523#:~:text=Bentukan%20Lahan%20Marine-,Bentuk%20lahan%20marine%20atau%20laut%20adalah%20bentuk%20lahan%20yang%20berhubungan,dan%20terdapat%20pada%20wilayah%20kepesisiran.

https://pubhtml5.com/sfgo/mnkd/basic/

https://sains.kompas.com/read/2010/11/22/22225930/~Sains~Fenomena

https://www.researchgate.net/publication/335125797_Kajian_Dampak_dan_Penanganan_Tertutupnya_Muara_Sungai_Opak

Kepesisiran, B. R. BUNGA RAMPAI KEPESISIRAN DAN KEMARITIMAN DIY DAN JAWA TENGAH.

KRETEK, W. G. D. K. ANALISIS BENTUK LAHAN MARINE DAN AEOLIN SEBAGAI OBJEK WISATA GEOLOGI DI KECAMATAN KRETEK, KABUPATEN BANTUL, DIY.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMAMPUAN DAN KAPASITAS PARKIRAN FISIP UNNES DALAM MENAMPUNG SEPEDA MOTOR MAHASISWA

TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DALAM PEMETAAN PADANG LAMU DI PULAU SAPUDI

Media Pembelajaran ArcGIS StoryMaps Sumber Daya Alam Di Indonesia